Hadis 24


عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه: أنَّ رسولَ اللهِ ﷺ خطبنا، وبيَّن لنا سُنَّتَنا، وعلَّمَنا صلاتَنا، فقال: إذا صلَّيْتُم، فكان عند القَعْدة، فليكُنْ مِنْ أوَّلِ قولِ أحدِكم: التَّحِيَّاتُ، الطَّيِّبَاتُ، الصَّلَوَاتُ، لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، وَرَحْمَةُ اللَّهِ، وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا، وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ”.

(رواه ابن ماجه)

قوله ( سبع كلمات هن تحية الصلاة ) هذه القطعة من الزوائد وبقية الحديث في مسلم وغيره . وإسناده صحيح ورجاله ثقات

 [ ش ( وبين لنا سنتنا ) أي ما يليق بنا فعله من السنن . ( القعدة ) أي القعود . ( سبع كلمات ) خبر محذوف أي هذه سبع كلمات ] .

قال الشيخ الألباني : صحيح م دون قوله سبع كلمات

Artinya: hadis dari Abu Musa al-Asy‘ari RA, ia berkata: Rasulullah SAW pernah menyampaikan khutbah kepada kami. Dalam khutbah itu, beliau menjelaskan kepada kami sunnah-sunnah kami dan mengajarkan kami tata cara salat. Beliau bersabda: “Apabila kalian melaksanakan salat dan telah sampai pada posisi duduk (tasyahhud), maka hendaklah ucapan pertama yang kalian katakan adalah: Segala penghormatan, kebaikan, dan doa-doa hanyalah milik Allah. Keselamatan atasmu wahai Nabi, dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Tujuh kalimat ini adalah salam penghormatan dalam salat.”

(HR. Ibnu Majah: 901)

Ucapan Nabi SAW “Tujuh kalimat itu adalah penghormatan dalam shalat” merupakan bagian tambahan (ziyādah) dari riwayat ini, yang tidak terdapat dalam sebagian riwayat lainnya. Adapun bagian lain dari hadis ini tercantum dalam Shahih Muslim dan kitab-kitab hadis lainnya. Sanad hadis ini dinilai sahih, dan para perawinya adalah orang-orang yang terpercaya (tsiqāt).

Perkataan Nabi SAW “وبين لنا سنتنا” maksudnya adalah: beliau menjelaskan kepada kami sunnah-sunnah kami, yaitu segala hal yang pantas dan layak kami lakukan dari amalan-amalan sunnah dalam agama, terutama dalam ibadah. Kata “القعدة” yang disebut dalam hadis bermakna duduk, yaitu posisi duduk dalam salat saat tasyahhud. Sedangkan ungkapan “سبع كلمات” sebenarnya merupakan kalimat berita (khabar) yang tersembunyi atau diperkirakan, yakni maknanya: “ini adalah tujuh kalimat”, merujuk kepada kalimat-kalimat yang membentuk bacaan tasyahhud yang diajarkan Nabi SAW.

Syaikh al-Albani rahimahullah berkata: “Hadis ini shahih, kecuali bagian ucapannya ‘tujuh kalimat’. Artinya, seluruh isi hadis tersebut dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani, kecuali tambahan kalimat “سبع كلمات هن تحية الصلاة” (tujuh kalimat itu adalah penghormatan dalam salat) yang beliau nilai tidak sahih atau tidak kuat secara sanad. Tambahan ini dianggap sebagai ziyādah (tambahan matan) yang tidak terbukti berasal dari Nabi SAW dengan sanad yang kuat.