عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا نَقُولُ فِى الصَّلاَةِ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ السَّلاَمُ عَلَى فُلاَنٍ. فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ « إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ فَإِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَلْيَقُلِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِى السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ
(رواه مسلم:924)
Artinya: hadis dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: dahulu kami biasa mengucapkan dalam shalat di belakang Rasulullah SAW, “Salam atas Allah, salam atas si Fulan.” Maka pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda kepada kami, “Sesungguhnya Allah adalah As-Salam (Zat yang Maha Sejahtera). Maka apabila salah seorang di antara kalian duduk dalam shalat (yakni dalam tasyahud), hendaklah ia mengucapkan: ‘Segala penghormatan, doa, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Ia melanjutkan, “Apabila ia mengucapkannya, maka ucapan itu akan sampai kepada setiap hamba Allah yang shalih, baik yang berada di langit maupun di bumi. Kemudian hendaklah ia mengucapkan: ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.’ Setelah itu, ia boleh memilih doa apa saja yang ia kehendaki.
(HR. Muslim: 924)