Hadis 29


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ أُوتِىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جَوَامِعَ الْخَيْرِ وَخَوَاتِمَهُ – أَوْ قَالَ فَوَاتِحَ الْخَيْرِ – فَعَلَّمَنَا خُطْبَةَ الصَّلاَةِ وَخُطْبَةَ الْحَاجَةِ خُطْبَةُ الصَّلاَةِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. وَخُطْبَةُ الْحَاجَةِ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. ثُمَّ تَصِلُ خُطْبَتَكَ بِثَلاَثِ آيَاتٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ (وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِى تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ ( اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ.

(رواه ابن ماجه)

Artinya: hadis dari Abdullah bin Mas‘ud RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah diberikan jawami‘ al-kalim (kalimat-kalimat singkat yang padat makna) dan penutup-penutup kebaikan — atau ia berkata: pembuka-pembuka kebaikan — maka ia mengajarkan kepada kami khutbah shalat dan khutbah al-hajah (khutbah kebutuhan). Adapun khutbah shalat adalah “Segala penghormatan, shalat, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Sedangkan khutbah al-hajah (khutbah kebutuhan) adalah “Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan memohon ampunan dari-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Kemudian engkau menyambung khutbahmu dengan tiga ayat dari Kitabullah (Al-Qur’an): “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya…” (Ali ‘Imran: 102) “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kalian saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan…” (An-Nisa’: 1) “Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian…” (Al-Ahzab: 70–71).

(HR. Ibnu Majah: 1967)