عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَخَذَ بِيَدِهِ وَقَالَ يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ. فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ (رواه أبى داود :۱٥٢٤).
Artinya: hadis dari Mu’adz bin Jabal, bahwa Rasulullah SAW menggenggam tangannya dan berkata: wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu, demi Allah, aku mencintaimu, kemudian ia bersabda: aku berwasiat kepadamu, wahai Mu’adz, jangan sekali-kali kamu meninggalkan untuk membaca doa ini setelah setiap shalat: Allahumma a’inni ‘ala dhikrika wa shukrika wa husni ‘ibadatika (ya Allah, bantu aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu).” (HR. Abu Daud: 1524)
Hadis ini menggambarkan kecintaan Nabi Muhammad SAW terhadap Mu’adz bin Jabal RA, di mana ia menyatakan dengan tegas bahwa ia sangat mencintai Mu’adz karena Allah. Kemudian, Nabi SAW memberikan nasihat yang sangat penting kepada Mu’adz, yaitu agar tidak meninggalkan doa setelah setiap salat: “اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ” (Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu). Doa ini mengandung permohonan agar selalu diberikan kemampuan untuk berzikir, bersyukur, dan beribadah dengan ikhlas serta sebaik-baiknya. Ini adalah doa yang mencakup tiga aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim: hubungan dengan Allah, rasa syukur atas nikmat-Nya, dan kualitas ibadah yang sempurna.