عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
خَصْلَتَانِ مَنْ كَانَتَا فِيهِ كَتَبَهُ اللَّهُ شَاكِرًا صَابِرًا، وَمَنْ لَمْ تَكُونَا فِيهِ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ شَاكِرًا وَلَا صَابِرًا؛ مَنْ نَظَرَ فِي دِينِهِ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَهُ فَاقْتَدَى بِهِ، وَنَظَرَ فِي دُنْيَاهُ إِلَى مَنْ هُوَ دُونَهُ فَحَمِدَ اللَّهَ عَلَى مَا فَضَّلَهُ بِهِ عَلَيْهِ، كَتَبَهُ اللَّهُ شَاكِرًا صَابِرًا، وَمَنْ نَظَرَ فِي دِينِهِ إِلَى مَنْ هُوَ دُونَهُ، وَنَظَرَ فِي دُنْيَاهُ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَهُ فَأَسِفَ عَلَى مَا فَاتَهُ مِنْهُ، لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ شَاكِرًا وَلَا صَابِرًا (رواه الترمذى :٢٧٠۱).
Artinya: hadis dari ‘Amr bin Syu’aib dari kakeknya, Abdullah bin ‘Amr RA, ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: dua sifat, siapa yang memilikinya, Allah akan mencatatnya sebagai orang yang bersyukur lagi bersabar, dan siapa yang tidak memilikinya, Allah tidak akan mencatatnya sebagai orang yang bersyukur maupun bersabar: (yaitu) orang yang dalam urusan agamanya melihat kepada orang yang lebih tinggi darinya lalu meneladaninya, dan dalam urusan dunianya melihat kepada orang yang lebih rendah darinya lalu memuji Allah atas keutamaan yang Allah berikan kepadanya dibanding orang tersebut, maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang bersyukur lagi bersabar, dan siapa dalam urusan agamanya melihat kepada orang yang lebih rendah darinya, dan dalam urusan dunianya melihat kepada orang yang lebih tinggi darinya lalu merasa sedih atas apa yang tidak ia dapatkan, maka Allah tidak akan mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan bersabar. (HR al-Tirmidzi: 2701)
Hadis ini mengajarkan tentang dua sifat yang sangat penting untuk menjadi orang yang bersyukur dan bersabar dalam kehidupan, yaitu memandang urusan agama kepada orang yang lebih tinggi untuk meneladaninya, dan memandang urusan dunia kepada orang yang lebih rendah untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Sifat ini membantu seseorang untuk tetap merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, baik dalam hal agama maupun dunia. Dengan meneladani orang yang lebih baik dalam agama, seseorang akan terdorong untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di sisi lain, dengan melihat orang yang kurang beruntung dalam hal duniawi, ia akan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.