أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: دُعَاءٌ حَفِظْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا أَدَعُهُ: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى أُعْظِمُ شُكْرَكَ وَأُكْثِرُ ذِكْرَكَ وَأَتَّبِعُ نَصِيحَتَكَ وَأَحْفَظُ وَصِيَّتَكَ (رواه ابن ماجه :٣٩٥٦).
Artinya: hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: doa yang saya hafalkan dari Rasulullah SAW dan tidak saya tinggalkan: ya Allah, jadikanlah aku orang yang mengagungkan syukur kepada-Mu, memperbanyak zikir kepada-Mu, mengikuti nasihat-Mu, dan menjaga wasiat-Mu. (HR al-Tirmidzi: 3956)
Hadis ini mengajarkan kita tentang pentingnya mengagungkan syukur kepada Allah, memperbanyak zikir untuk selalu mengingat-Nya, serta mengikuti nasihat dan menjaga wasiat yang diberikan-Nya. Ini mencerminkan kualitas seorang hamba yang selalu bersyukur atas segala nikmat, terus menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui zikir, serta berkomitmen untuk mengikuti petunjuk-Nya dalam kehidupan. Doa ini mencakup esensi dari syukur, ingatan kepada Allah SWT, dan ketaatan, yang semuanya merupakan ciri khas orang yang memiliki hubungan yang baik dengan Allah dan selalu berusaha memperbaiki dirinya.