عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي صَلَاتِهِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ (رواه النسائي :١٣٠٣)
Artinya: hadis dari Shaddad bin Aus, bahwa Rasulullah SAW pernah berdoa dalam shalatnya: ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam urusan, azam yang kuat untuk tetap berada di jalan yang benar, aku memohon kepada-Mu syukur atas nikmat-Mu dan ibadah yang baik, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lidah yang jujur, aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang Engkau
Hadits ini menjelaskan dan mengajarkan kepada kita untuk selalu memohon kepada Allah untuk diberikan keteguhan hati, kebijaksanaan, syukur, dan perlindungan dari keburukan, serta menjaga hati dan lisan agar tetap jujur dan baik.