عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ. (رواه أبى داود :٢٧٧٦).
Artinya: hadis dari Abu Bakrah RA, dari Nabi SAW, bahwa apabila datang kepada beliau suatu kabar yang mengembirakan atau beliau diberi kabar gembira, beliau langsung sujud bersyukur kepada Allah. (HR. Abu Daud: 2776)
Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita untuk segera menyatakan rasa syukur kepada Allah SWT dengan melakukan sujud syukur saat mendapatkan kabar gembira atau menerima nikmat yang membahagiakan, sebagai bentuk pengakuan langsung atas anugerah Allah SWT dan rasa rendah hati di hadapan-Nya; sujud syukur ini adalah cara yang sederhana namun agung untuk memperlihatkan rasa syukur yang tulus, mengingat bahwa segala kebaikan datang dari Allah SWT semata, dan hal ini memperkuat kesadaran seorang hamba bahwa nikmat harus selalu diiringi dengan rasa syukur dan ketundukan kepada Allah SWT.