عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: “كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانُهُ فَإِذَا أَعْرَبَ عَنْهُ لِسَانُهُ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا” (رواه مسلم: ٨٢).
Artinya: hadis ini Jabir bin Abdullah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: setiap bayi yang lahir itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, hingga ia bisa berbicara. Ketika ia mulai berbicara, maka ia menjadi salah satu dari dua: baik orang yang bersyukur atau orang yang kufur. (HR. Muslim: 82)
Hadis ini menjelaskan bahwa setiap bayi yang lahir dilahirkan dalam keadaan fitrah, yaitu keadaan yang suci dan cenderung kepada kebaikan. Fitrah ini adalah suatu kondisi yang bersih dan siap untuk menerima petunjuk agama. Namun, setelah bayi mulai dapat berbicara, mereka akan menunjukkan pilihan mereka, apakah akan bersyukur kepada Allah (shakiran) atau malah kufur (ingkar). Ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk memilih jalan hidupnya, apakah mengikuti kebaikan dan bersyukur kepada Allah, atau sebaliknya, berpaling dari-Nya. Hadis ini mengajarkan bahwa syukur adalah bagian dari fitrah manusia yang harus dilatih dan dijaga sepanjang hidup.