عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللهَ». وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَالأَشْعَثِ بْنِ قَيْسٍ وَالنُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ (رواه الترمذى :٢٠٨٢).
Artinya: hadis dari Abu Sa’id RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah hadis ini menunjukkan pentingnya membalas kebaikan orang lain dengan ucapan terima kasih atau balasan yang pantas, karena bentuk syukur kepada Allah juga tercermin melalui sikap menghargai kebaikan sesama manusia, dalam bab ini, hadis serupa juga diriwayatkan dari Abu Hurairah, al-Asy’ats bin Qais, dan al-Nu’man bin Basyir. (HR al-Tirmidzi: 2082)
Hadis ini menjelaskan bahwa salah satu bentuk syukur kepada Allah (bersyukur atas nikmat-Nya) adalah dengan menghargai kebaikan manusia yang menjadi sebab sampai nikmat itu kepada kita. Kalau kita tidak bisa menghargai dan berterima kasih kepada manusia padahal manusia itu hanya perantara itu menunjukkan hati kita belum benar-benar menghargai nikmat, apalagi kepada Allah yang Maha Memberi.