Rasa Syukur adalah Harta Sejati dalam Pandangan Nabi SAW


عَنْ ثَوْبَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: لَمَّا نَزَلَ فِي الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ مَا نَزَلَ قَالُوا: فَأَيُّ الْمَالِ نَتَّخِذُ؟ قَالَ عُمَرُ: فَأَنَا أَعْلَمُ لَكُمْ ذَلِكَ. فَأَوْضَعَ عَلَى بَعِيرِهِ فَأَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا فِي أَثَرِهِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الْمَالِ نَتَّخِذُ؟ فَقَالَ: لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ. (رواه ابن ماجه :۱٩٢٩).

Artinya: hadis dari Tsauban RA, ia berkata: ketika turun ayat tentang perak dan emas, mereka bertanya: harta apa yang sebaiknya kami ambil?  Umar berkata, aku akan tanyakan itu untuk kalian, maka ia segera menunggang untanya dengan cepat hingga mendapati Nabi SAW, dan aku pun mengikuti jejaknya, lalu Umar berkata, wahai Rasulullah, harta apa yang sebaiknya kami ambil? maka beliau bersabda: hendaklah salah seorang dari kalian mengambil hati yang bersyukur, lisan yang selalu berzikir, dan istri yang beriman yang membantu salah seorang dari kalian dalam urusan akhiratnya. (HR al-Tirmidzi: 1929)

Hadis ini mengajarkan bahwa harta terbaik yang seharusnya dimiliki seorang Muslim bukanlah semata-mata perak atau emas, melainkan tiga hal yang lebih mulia dan bermanfaat bagi dunia dan akhirat, yaitu hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berzikir, dan pasangan hidup yang beriman yang membantu dalam ketaatan kepada Allah SWT ini menegaskan bahwa syukur merupakan kekayaan batin yang sejati, karena hati yang bersyukur akan membuat seorang hamba selalu merasa cukup, dekat dengan Allah, dan kuat dalam menghadapi segala ujian hidup, sehingga ia lebih fokus dalam mempersiapkan bekal untuk akhirat daripada terjebak dalam kecintaan terhadap harta dunia.