Syukur atas Petunjuk Allah dalam Syariat Sa’i Shafa dan Marwah


أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ الْأَنْصَارَ كَانُوا قَبْلَ أَنْ يُسْلِمُوا هُمْ وَغَسَّانُ يُهِلُّونَ لِمَنَاةَ، فَتَحَرَّجُوا أَنْ يَطُوفُوا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ، وَكَانَ ذَلِكَ سُنَّةً فِي آبَائِهِمْ: مَنْ أَحْرَمَ لِمَنَاةَ لَمْ يَطُفْ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ. وَإِنَّهُمْ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ حِينَ أَسْلَمُوا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي ذَلِكَ: {إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ} (رواه مسلم :٢٦٣).

Artinya: hadis dari Aisyah RA memberitahukan bahwa kaum Anshar, sebelum mereka masuk Islam, bersama dengan (kabilah) Ghassan, biasa berihram untuk berhala Manat, sehingga mereka merasa keberatan untuk melakukan tawaf antara Shafa dan Marwah, hal itu adalah kebiasaan di kalangan nenek moyang mereka: siapa yang berihram untuk Manat, tidak bertawaf antara Shafa dan Marwah, ketika mereka masuk Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal tersebut, maka Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang itu: {Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah SWT, maka barang siapa yang berhaji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya untuk bertawaf di antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui} (HR. Muslim: 623)