صَحِبْتُ شَدَّادَ بْنَ أَوْسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي سَفَرٍ فَقَالَ: أَلاَ أُعَلِّمُكَ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلميُعَلِّمُنَا أَنْ نَقُولَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأَمْرِ وَأَسْأَلُكَ عَزِيمَةَ الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَقَلْبًا سَلِيمًا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (رواه الترمذى :٣٧٣٦).
Artinya: Aku pernah bepergian bersama Shaddad bin ‘Aus RA, lalu dia berkata: maukah aku ajarkan kepadamu apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada kami untuk kita ucapkan? yaitu: ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam urusan, aku memohon kepada-Mu azam yang kuat untuk tetap berada di jalan yang benar, aku memohon kepada-Mu syukur atas nikmat-Mu dan ibadah yang baik, aku memohon kepada-Mu lidah yang jujur dan hati yang bersih. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui, dan aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang Engkau ketahui. Aku memohon ampunan-Mu atas apa yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu.” (HR. al-Tirmidzi: 3736)
Hadits ini mengajarkan kita untuk senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan dalam berbagai urusan hidup, kemampuan untuk bersyukur atas nikmat-Nya, serta menjaga hati dan lisan agar tetap jujur dan bersih.