عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أُعْطِيَ عَطَاءً فَوَجَدَ فَلْيَجْزِ بِهِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُثْنِ بِهِ فَمَنْ أَثْنَىٰ بِهِ فَقَدْ شَكَرَهُ وَمَنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ. (رواه أبى داود :٤٨۱٥).
Artinya: hadis dari Jabir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW bersabda, siapa yang diberikan suatu pemberian dan ia merasa cukup dengannya, maka hendaklah ia membalasnya, jika ia tidak bisa membalas, maka hendaknya ia memuji pemberian tersebut, barang siapa yang memuji pemberian itu, maka ia telah bersyukur kepadanya, dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka ia telah mengingkarinya. (HR Abu Daud: 4815)
Hadis ini menjelaskan tentang pentingnya mengungkapkan rasa terima kasih ketika seseorang menerima pemberian atau bantuan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa jika seseorang menerima sesuatu dan merasa puas, dia harus menunjukkan rasa terima kasih atau berterima kasih dengan menyebutkan kebaikan tersebut. Jika tidak dapat memberikan balasan, cukup dengan memuji pemberi bantuan tersebut. Orang yang mengungkapkan terima kasih dengan memuji dianggap telah bersyukur, sementara yang tidak mengungkapkannya dianggap tidak bersyukur atau bahkan seperti menutupi kebaikan yang telah diberikan.