Doa Pagi dan Petang sebagai Wujud Syukur


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ غَنَّامٍ الْبَيَاضِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ: اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ، فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ يَوْمِهِ، وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ لَيْلَتِهِ (رواه أبى داود :٥٠٧٥).

Artinya:   hadis dari Abdullah bin Ghannam al-Bayadhi RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, siapa yang mengucapkan saat memasuki pagi: ya Allah, segala nikmat yang ada padaku di pagi ini adalah dari-Mu semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, maka bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu segala syukur, maka sungguh ia telah menunaikan syukur atas hari itu dan barang siapa yang mengucapkan yang semisal saat memasuki malam, maka sungguh ia telah menunaikan syukur atas malamnya.” (HR Abu Daud: 5075)

Hadis ini mengajarkan pentingnya mengucapkan doa syukur kepada Allah pada pagi dan malam hari. Barang siapa mengucapkan doa ini di pagi hari, yaitu mengakui bahwa segala nikmat yang ada padanya berasal dari Allah semata, maka dia telah menunaikan syukur untuk hari itu. Begitu pula, jika seseorang mengucapkannya di malam hari, maka dia telah menunaikan syukur untuk malam itu. Ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, baik di waktu pagi maupun malam.