Menyempurnakan Takbir dalam Sujud


عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ رضى الله عنه أَنَا وَعِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ ، فَكَانَ إِذَا سَجَدَ كَبَّرَ ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ كَبَّرَ ، وَإِذَا نَهَضَ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ كَبَّرَ ، فَلَمَّا قَضَى الصَّلاَةَ أَخَذَ بِيَدِى عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ فَقَالَ قَدْ ذَكَّرَنِى هَذَا صَلاَةَ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم أَوْ قَالَ لَقَدْ صَلَّى بِنَا صَلاَةَ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم.  (رواه البخارى: ۷٨٦)

Hadis dari Mutarrif bin ‘Abdullah, ia berkata: aku shalat di belakang ‘Ali bin Abi Thalib RA bersama ‘Imran bin Husain. Maka ‘Ali, setiap kali sujud, ia bertakbir dan setiap kali mengangkat kepalanya ia bertakbir; dan ketika bangkit dari dua rakaat (menuju rakaat ketiga) ia juga bertakbir, setelah selesai shalat, ‘Imran bin Husain memegang tanganku dan berkata, orang ini telah mengingatkanku pada shalatnya Muhammad SAW atau ia berkata, sungguh ia telah shalat bersama kami dengan shalatnya Muhammad SAW.  (HR. al-Bukhari: 786)

 

Hadis ini menegaskan bahwa menyempurnakan takbir dalam setiap perpindahan gerakan shalat adalah bagian dari sunnah Nabi SAW. Perbuatan Ali bin Abi Thalib yang bertakbir di setiap sujud, bangkit dari sujud, dan berdiri dari tasyahhud awal adalah bentuk praktik nyata dari sunnah tersebut, hingga membuat sahabat lain teringat pada shalat Rasulullah SAW.