حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، قَالَ كَانَ الرَّسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْكُتُ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَبَيْنَ الْقِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً قَالَ: أَحْسِبُهُ قَالَ: هُنَيَّةً فَقُلْتُ: بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِسْكَاتُكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ مَا تَقُولُ؟ قَالَ: أَقُولُ: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَد. (رواه البخاري: ٧١١)
Abū Hurairah RA telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Rasulullah SAW biasa diam sejenak antara takbir (takbiratul ihram) dan bacaan (al-Fātiḥah), ia (Abū Hurairah) berkata: aku kira ia mengatakan diam sebentar, maka aku bertanya, demi ayah dan ibuku yang menjadi tebusanmu, wahai Rasulullah, diamnya engkau antara takbir dan bacaan, apa yang engkau ucapkan saat itu? ia menjawab: aku mengucapkan: ya Allah, jauhkanlah antara aku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat, ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana kain putih disucikan dari kotoran, ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun. (HR. al-Bukhari: 711)
Hadis ini menjelaskan tentang doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah SAW setelah takbiratul ihram dan sebelum memulai bacaan surat Al-Fatihah dalam shalat dan menunjukkan kebiasaan Rasulullah SAW yang selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk berdoa dan memohon ampunan dari Allah dalam setiap ibadahnya.