I’tidal


عَنْ ابْنِ أَبِي أُوفَى قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا رَفَعَ ظَهْرَهُ مِنَ الرُّكُوعِ قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ اللّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ. (رواه مسلم: ٢٠٢)

 Hadis dari Ibn Abi Awfa, dia berkata: Rasulullah SAW ketika mengangkat punggungnya dari rukuk, ia berkata:  Sami’a Allahu liman hamidah, Allahumma rabbana laka al-hamd, mil’a as-samaawat wa mil’a al-ardh wa mil’a ma shi’ta min shay’in ba’d, (telah mendengar Allah bagi siapa saja yang memuji-Nya, ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian, sebanyak langit dan bumi, serta sebanyak yang Engkau kehendaki dari sesuatu setelahnya. (HR. Muslim: 202)

Hadis ini menjelaskan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW dalam gerakan i‘tidal, yaitu saat bangkit dari rukuk dalam salat, isebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa yang panjang dan penuh makna setelah membaca “Sami‘a Allahu liman hamidah” (Allah mendengar orang yang memuji-Nya), yakni “Allahumma rabbana laka al-hamd…” dengan pujian yang mencakup seluruh langit, bumi, dan segala sesuatu yang Allah kehendaki setelahnya.