عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَكَانَ يَقُولُ فِى رُكُوعِهِ « سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ ». وَفِى سُجُودِهِ « سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى ». وَمَا أَتَى عَلَى آيَةِ رَحْمَةٍ إِلاَّ وَقَفَ وَسَأَلَ وَمَا أَتَى عَلَى آيَةِ عَذَابٍ إِلاَّ وَقَفَ وَتَعَوَّذَ. (رواه الترمذي: ٢٦۳)
Hadis dari Hudzaifah, bahwa ia pernah shalat bersama Nabi SAW, lalu Rasulullah dalam rukuknya mengucapkan: Subḥāna rabbīya al-‘aẓīm (maha suci tuhanku yang maha agung), dan dalam sujudnya ia mengucapkan: Subḥāna rabbīya al-a‘lā (maha suci tuhanku yang maha tinggi), dan tidaklah ia melewati ayat tentang rahmat kecuali ia berhenti dan memohon, dan tidaklah ia melewati ayat tentang azab kecuali ia berhenti dan memohon perlindungan. (HR. al-Tirmidzi: 263)