Shalat di awal waktu


حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ الْعِيزَارِ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ يَقُولُ حَدَّثَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ وَأَشَارَ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ: (الصَّلَاةُ عَلَى مواقِيتِهَا). قُلتُ: وَماذا بَعْدَ؟ قَالَ: (بِرُّ الوَالِدَيْنِ). قُلتُ: وَماذا بَعْدَ؟ قَالَ: (الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ). قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدتُهُ لَزَادَنِي. (رواه البخاري: ۵٠٤)

Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, telah menceritakan kepada kami al-Walid bin al-‘Izar dia berkata, telah memberitakan kepadaku Abu Amr al-Syaibani yang berkata, saya mendengar dari pemilik rumah ini (yakni Abdullah bin Mas’ud) yang berkata: saya bertanya kepada Nabi SAW, amalan apa yang paling dicintai oleh Allah? ia menjawab, shalat pada waktunya. saya bertanya lagi, kemudian apa? ia menjawab, Berbakti kepada kedua orang tua, saya bertanya lagi, kemudian apa? ia menjawab, jihad di jalan Allah, ia menceritakan kepada saya semua ini, dan jika saya bertanya lebih lanjut, pasti ia akan menambahinya. (HR. al-Bukhari: 504)

Hadis ini menjelaskan bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah, dimulai dengan shalat pada waktunya, yang menegaskan pentingnya menjaga hubungan langsung dengan Allah melalui ibadah yang paling utama. Setelah itu, berbakti kepada kedua orang tua menempati urutan kedua sebagai bentuk kebaikan sosial dan penghormatan kepada orang yang paling berjasa dalam hidup. Ketiga, jihad di jalan Allah menunjukkan pengorbanan terbesar dalam membela agama