عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: مُعَقِّبَاتٌ لَا يُخِيبُ قَائِلُهُنَّ (أَوْ فَاعِلُهُنَّ) دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ: ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَةً، وَثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً، وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَةً. (رواه مسلم: ١٤٤)
Hadis dari Ka‘ab bin ‘Ujrah dari Rasulullah SAW, ia bersabda: ada bacaan-bacaan yang dilakukan setelah setiap salat wajib, yang siapa pun yang mengucapkannya (atau mengerjakannya) tidak akan kecewa: yaitu tiga puluh tiga kali tasbih (mengucapkan سُبْحَانَ اللهِ), tiga puluh tiga kali tahmid (mengucapkan الْحَمْدُ لِلّٰهِ), dan tiga puluh empat kali takbir (mengucapkan اللهُ أَكْبَرُ). (HR. Muslim: 144)
Hadis ini menjelaskan sunnah dzikir yang dianjurkan untuk dilakukan setelah melaksanakan salat wajib. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk mengucapkan tiga puluh tiga kali tasbih (سُبْحَانَ اللهِ), tiga puluh tiga kali tahmid (الْحَمْدُ لِلّٰهِ), dan tiga puluh empat kali takbir (اللهُ أَكْبَرُ) setelah setiap salat fardhu. Dzikir ini disebut sebagai “mu’akkibat” atau bacaan yang tidak akan mengecewakan siapa pun yang melakukannya, karena ia membawa keberkahan dan pahala yang besar