Anjuran Membaca “Aamiin”


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَالَ ٱلْإِمَامُ: {غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّالِّينَ}، فَقُولُوا: آمِينَ، فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ ٱلْمَلَائِكَةِ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. (رواه البخارى: ٧٤٩)

 

Hadis dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: apabila imam membaca: {ghairil maghdhūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn} (bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat), maka ucapkanlah ‘Āmīn’, karena siapa yang ucapannya bertepatan dengan ucapan malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.  (HR. al-Bukhari: 749)

 

Hadis ini mengajarkan umat Islam untuk mengucapkan “Aamiin” setelah imam selesai membaca doa pada akhir bacaan Surah Al-Fatihah, khususnya pada bagian “ghairil maghdhūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn” (bukan [jalan] mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat). Rasulullah SAW menyatakan bahwa jika seseorang mengucapkan “Aamiin” pada saat yang tepat, yakni ketika ucapannya bertepatan dengan ucapan malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.