ععَنْ عَبْدِ ٱللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ ٱلنَّبِيَّ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُطَوِّلُ فِي ٱلرَّكْعَةِ ٱلْأُولَىٰ مِنْ صَلَاةِ ٱلظُّهْرِ، وَيُقَصِّرُ فِي ٱلثَّانِيَةِ، وَيَفْعَلُ ذَٰلِكَ فِي صَلَاةِ ٱلصُّبْحِ. (رَوَاهُ ٱلْبُخَارِيُّ: ٧٤٦)
Hadis dari Abdullah bin Abi Qatadah, dari ayahnya: sesungguhnya Rasulullah SAW memanjangkan rakaat pertama dalam shalat dzuhur, dan meringankan rakaat yang kedua, dan ia melakukan hal yang sama dalam shalat Subuh. (HR. al-Bukhari: 746)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan memanjangkan bacaan pada rakaat pertama dalam shalat Zuhur dan Subuh, serta meringankan bacaan pada rakaat kedua. Hal ini menunjukkan pentingnya penekanan pada awal shalat untuk memberikan fokus lebih pada bacaan, sementara di rakaat kedua, beliau meringankannya sebagai bentuk keringanan bagi umat.