عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.
(رواه مسلم: ١٣٨٠)
Hadis dari Abu Huraidrah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: barang siapa yang bertasbih (mengucapkan subḥānallāh) sebanyak tiga puluh tiga kali, dan memuji Allah (mengucapkan alḥamdulillāh) sebanyak tiga puluh tiga kali, dan membesarkan Allah (mengucapkan allāhu akbar) sebanyak tiga puluh tiga kali setelah setiap shalat, maka jumlahnya sembilan puluh sembilan. Lalu ia menyempurnakannya menjadi seratus dengan mengucapkan: Lā ilāha illallāh, waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr (tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu) maka akan diampuni dosa-dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan.
(HR. Muslim: 1380)
Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk mengucapkan tiga jenis zikir sebanyak tiga puluh tiga kali masing-masing, yaitu tasbih (subḥānallāh), tahmid (alḥamdulillāh), dan takbir (allāhu akbar), sehingga jumlahnya menjadi sembilan puluh sembilan. Kemudian disempurnakan menjadi seratus dengan membaca kalimat tahlil: “Lā ilāha illallāh, waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr”. Barang siapa yang mengamalkannya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.