أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَقُمْنَا فَعُدِّلَتْ الصُّفُوفُ قَبْلَ أَنْ يَخْرُجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا قَامَ فِي مُصَلَّاهُ قَبْلَ أَنْ يُكَبِّرَ فَانْصَرَفَ فَقَالَ لَنَا مَكَانَكُمْ فَلَمْ نَزَلْ قِيَامًا نَنْتَظِرُهُ حَتَّى خَرَجَ إِلَيْنَا قَدْ اغْتَسَلَ يَنْطُفُ رَأْسُهُ مَاءً فَكَبَّرَ وَصَلَّى. (رواه النسائي: ٨٠٠)
Abu Salamah bin ‘Abdurrahman mengabarkan kepadaku bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah berkata: setelah iqamah dikumandangkan kami segera bangkit dan barisan telah lurus sebelum Rasulullah SAW keluar mendatanggi kami, tatkala beliau telah berdiri di tempatnya untuk shalat, sebelum takbir tiba-tiba Beliau pergi sambil berkata kepada kami: tetaplah di tempat kalian, kami menunggunya sambil berdiri hingga Beliau datang, (ternyata) beliau baru mandi dan kepalanya masih meneteskan air setelah itu ia bertakbir dan mengerjakan shalat.
(HR. al-Nasa’i: 800)
Merapikan dan meluruskan shaf (barisan shalat) sebelum memulai shalat, bahkan sebelum imam datang atau bertakbir. Dalam hadis ini, Abu Hurairah menceritakan bahwa para sahabat telah berdiri dan merapikan shaf mereka sebelum Nabi SAW keluar untuk mengimami shalat. Ketika Nabi telah berada di tempat shalatnya dan hendak bertakbir, beliau malah kembali dan meminta mereka tetap di tempat sambil menunggu beliau yang ternyata pergi untuk mandi. Setelah selesai mandi, beliau kembali dalam keadaan rambutnya masih meneteskan air, lalu langsung bertakbir dan memulai shalat. Ini menunjukkan pentingnya kesiapan saf dan kerapian jamaah sebelum dimulainya shalat, serta menegaskan sikap disiplin dan kesiapan dalam berjama’ah.