عَنْ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ.
(رواه البخاري: ٦٧٦)
Hadis dari an-Nu’man bin Basyir berkata: Nabi SAW bersabda: luruskanlah shaf kalian, atau Allah akan memalingkan wajah-wajah kalian.
(HR. al-Bukhari: 676)
Salah satu sunnah penting dalam shalat berjama’ah, yaitu merapikan dan meluruskan barisan shalat (shaf). Dalam hadis ini, Rasulullah memberikan peringatan tegas bahwa meluruskan shaf bukanlah hal sepele, melainkan sesuatu yang sangat ditekankan. Jika barisan tidak dirapikan, maka akan timbul perselisihan dan perpecahan di antara hati para jama’ah, yang pada akhirnya bisa mengganggu kekhusyukan dalam ibadah. Ini menunjukkan bahwa keteraturan dalam barisan adalah cerminan dari keteraturan hati dan persatuan umat. Dengan merapatkan shaf, umat islam diajarkan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kedisiplinan, serta menghormati hak orang lain dalam barisan.