عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا.
(رواه ابن ماجه: ١٠٥٣)
Hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan yang paling buruk adalah yang paling depan, dan sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang paling depan dan yang paling buruk adalah yang paling belakang.
(HR. Ibnu Majah: 1053)
Tata letak posisi terbaik dan terburuk dalam barisan shalat berjama’ah, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Hadis ini mengajarkan pentingnya menempatkan diri pada posisi yang sesuai dalam shalat berjama’ah sesuai sunnah, demi menjaga ketertiban dan kesempurnaan pelaksanaan ibadah. Posisi barisan terdepan bagi laki-laki menunjukkan keutamaan mereka dalam mengutamakan kebaikan dan kepemimpinan dalam ibadah, sementara bagi perempuan, barisan paling belakang menjadi tempat yang lebih baik untuk menjaga kesopanan dan ketenangan selama shalat berjama’ah. Penataan posisi ini juga bertujuan agar suasana shalat tetap terjaga dan semua jama’ah bisa fokus beribadah dengan khusyuk.