Tidak Boleh Mendahului Imam


.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا أَنْ لَا نُبَادِرَ الْإِمَامَ بِالرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ وَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا.
(رواه ابن ماجه: ٩٥٠)

Hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW mengajarkan kami agar tidak mendahului imam ketika rukuk dan sujud: jika imam takbir maka takbirlah dan jika imam sujud maka sujudlah.
(HR. Ibnu Majah: 950)

Mengikuti gerakan imam dengan tepat menunjukkan rasa hormat dan kekompakan dalam ibadah, serta menjaga keharmonisan pelaksanaan shalat. Sikap tidak mendahului imam juga menunjukkan kesabaran dan disiplin, yang merupakan bagian dari kesempurnaan shalat berjama’ah. Dengan mengikuti sunnah ini, shalat berjama’ah menjadi lebih teratur dan diterima di sisi Allah SWT.