Berdo’a Setelah Adzan


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ.
(رواه مسلم: ٨٧٥)

Hadis dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda: apabila kalian mendengar muadzin (adzan), maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku, karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, lalu mintalah kepada Allah untukku al-Wasilah, yaitu satu kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap akulah hamba tersebut maka siapa yang memohonkan al-Wasilah untukku, dia akan berhak mendapat syafaat.
(HR. Muslim: 875)

Pada tiga amalan utama yang sangat dianjurkan setelah mendengar adzan, yakni menjawab lafaz adzan dengan mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muadzin, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan memohon kepada Allah agar menganugerahkan al-Wasilah kepada beliau. Menjawab adzan merupakan bentuk penghormatan terhadap panggilan ibadah serta pengakuan terhadap keesaan dan keagungan Allah. Setelah itu, bershalawat kepada Rasulullah bukan hanya sebagai bentuk cinta dan penghormatan, tapi juga dijanjikan balasan dari Allah berupa sepuluh kali rahmat atas satu kali shalawat.