عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهَا قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ.
(رواه البخاري: ١٧٢٩)
Hadis dari Ummu Habibah, istri Nabi SAW, bahwa ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: tidaklah seorang hamba muslim shalat karena Allah setiap hari sebanyak dua belas rakaat (sebagai shalat sunnah, bukan yang wajib), melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.
(HR. al-Bukhari: 1729)
Shalat Sunnah Rawatib yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat wajib karena balasannya adalah sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat ini meliputi: dua rakaat sebelum subuh, empat rakaat sebelum zuhur dan dua sesudahnya, dua rakaat setelah maghrib, dan dua rakaat setelah isya. Ini adalah bentuk ibadah tambahan yang ringan dilakukan, namun memiliki ganjaran yang luar biasa di akhirat. Maka, menjaga sunnah ini juga termasuk bagian dari penyempurnaan ibadah berjama’ah dan bentuk kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.