عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُصَلِّى قَبْلَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ وَبَعْدَهَا رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ يُصَلِّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ فِى بَيْتِهِ وَبَعْدَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ لاَ يُصَلِّى بَعْدَ الْجُمُعَةِ حَتَّى يَنْصَرِفَ فَيُصَلِّىَ رَكْعَتَيْنِ. (رواه النَسائى: ٨٨١)
Artinya: hadis dari Ibnu ‘Umar RA bahwa Rasulullah SAW biasa shalat dua rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat setelahnya, dan beliau biasa shalat dua rakaat di rumahnya setelah Maghrib, serta dua rakaat setelah Isya, dan beliau tidak shalat setelah Jum’at hingga beliau pulang, lalu beliau shalat dua rakaat. (HR. al-Nasai: 881)
Hadis ini menjelaskan kebiasaan Nabi SAW dalam menjaga shalat sunnah rawatib, yaitu dua rakaat sebelum dan sesudah Dzuhur, dua rakaat setelah Maghrib dan ‘Isya, serta dua rakaat setelah pulang dari shalat Jum’at. Hadis ini juga menunjukkan bahwa Rasulullah SAW lebih menyukai melaksanakan sebagian shalat sunnah di rumah, sebagai bentuk kesempurnaan dalam mengikuti sunnah dan menjadikan rumah dipenuhi cahaya ibadah