Hadis 37 Shalat Sunnah di Rumah Setelah Shalat Fardhu


عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  اتَّخَذَ حُجْرَةً  قَالَ حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ  مِنْ حَصِيرٍ فِى رَمَضَانَ فَصَلَّى فِيهَا لَيَالِىَ، فَصَلَّى بِصَلاَتِهِ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَلَمَّا عَلِمَ بِهِمْ جَعَلَ يَقْعُدُ، فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ « قَدْ عَرَفْتُ الَّذِى رَأَيْتُ مِنْ صَنِيعِكُمْ ، فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوتِكُمْ ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ ». (رواه البخاري:٦٣١)

Artinya: hadis dari Zaid bin Tsabit, bahwa Rasulullah SAW membuat sebuah kamar kecil yang terbuat dari tikar pada bulan Ramadan. Beliau shalat di dalamnya selama beberapa malam, dan beberapa sahabat shalat bersama beliau. Ketika beliau mengetahui hal tersebut, beliau mulai duduk dan keluar menemui mereka, lalu berkata: Aku tahu apa yang kalian lakukan. Maka shalatlah di rumah kalian, karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat wajib. (HR. al-Bukhari: 631)

Hadis ini mengajarkan bahwa meskipun shalat berjamaah di masjid sangat dianjurkan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan shalat sunnah di rumah, terutama setelah beliau mengetahui para sahabat mengikuti beliau shalat di tempat khusus. Hal ini menunjukkan bahwa shalat sunnah di rumah lebih utama, kecuali untuk shalat wajib yang tetap dilakukan di masjid berjamaah.