عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ هَجَّرَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فَهَجَّرْتُ فَصَلَّيْتُ ثُمَّ جَلَسْتُ فَالْتَفَتَ إِلَىَّ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ اشِكَمَتْ دَرْدْ قُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُمْ فَصَلِّ فَإِنَّ فِى الصَّلاَةِ شِفَاءً (رواه ابن ماجه: ٣٥٧٥)
Artinya: hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah mengerjakan shalat sunnah (al-Tahajjud) dan saya pun ikut shalat bersama beliau. Setelah itu, saya duduk, lalu Rasulullah menoleh kepada saya dan berkata: Apakah kamu merasa sakit, wahai Abu Hurairah? Saya menjawab: Ya, wahai Rasulullah. Beliau lalu berkata: Bangkitlah dan shalatlah, karena sesungguhnya dalam shalat terdapat penyembuhan. (HR. Ibn Majah: 3575)
Hadis ini mengajarkan bahwa shalat dapat memberikan kesembuhan, baik itu kesembuhan fisik maupun spiritual. Ketika Abu Hurairah merasa tidak enak badan, Rasulullah SAW menyarankan untuk shalat sebagai cara untuk memperoleh kesembuhan, yang menunjukkan betapa besar manfaat dan keberkahan shalat dalam Islam. Shalat bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai sarana penyembuhan dan pengobatan bagi orang yang menghadapi masalah kesehatan