عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ صَلَّى قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا وَبَعْدَهَا أَرْبَعًا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَقَدْ رُوِىَ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْه.ِ (رواه الترمذى:٤٢٩)
Artinya: hadis dari Ummu Habibah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa shalat sebelum Zuhur empat rakaat dan sesudahnya empat rakaat, maka Allah mengharamkan dirinya atas api neraka. (HR. al-Tirmidzi: 429)
Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata: Ini adalah hadis hasan gharib, dan hadis ini juga diriwayatkan melalui jalur lain.
Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan menjaga shalat sunnah rawatib yang dilakukan sebelum dan sesudah Zuhur, masing-masing empat rakaat. Balasan yang agung berupa pengharaman atas api neraka menunjukkan betapa besar nilai ibadah sunnah dalam Islam, serta bagaimana amalan ini menjadi sebab keselamatan di akhirat.