عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم الْبَيْتَ هُوَ وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، وَبِلاَلٌ، وَعُثْمَانُ بْنُ طَلْحَةَ، فَأَغْلَقُوا عَلَيْهِمْ فَلَمَّا فَتَحُوا، كُنْتُ أَوَّلَ مَنْ وَلَجَ، فَلَقِيتُ بِلاَلاً فَسَأَلْتُهُ هَلْ صَلَّى فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ نَعَمْ، بَيْنَ الْعَمُودَيْنِ الْيَمَانِيَيْنِ. (رواه البخاري:١٥٩٨)
Artinya: hadis dari Salim, dari ayahnya, bahwa ia berkata: Rasulullah SAW masuk ke dalam rumah bersama Usama bin Zaid, Bilal, dan Utsman bin Thalhah. Mereka menutup pintu di belakang mereka, dan ketika pintu dibuka, saya adalah orang pertama yang masuk. Saya bertemu dengan Bilal, dan saya bertanya kepadanya, Apakah Rasulullah SAW shalat di dalamnya? Bilal menjawab, Ya, beliau shalat antara kedua tiang yang berada di sebelah kanan. (HR. al-Bukhari: 1598)
Hadis ini menceritakan tentang Rasulullah SAW yang masuk ke dalam sebuah rumah bersama beberapa sahabat, termasuk Usama bin Zaid, Bilal, dan Utsman bin Thalhah. Setelah pintu dibuka, Salim masuk pertama kali dan bertanya kepada Bilal apakah Rasulullah SAW melakukan shalat di dalam rumah tersebut. Bilal mengonfirmasi bahwa Nabi SAW shalat di antara dua tiang yang ada di dalam rumah, yang menunjukkan pentingnya tempat tertentu dalam pelaksanaan shalat meskipun di dalam rumah.