Hadis 12 Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)


عَنْ أَبِى بَكْرَةَ قَالَ كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  فَانْكَسَفَتِ الشَّمْسُ، فَقَامَ النَّبِىُّ  صلى الله عليه وسلم  يَجُرُّ رِدَاءَهُ حَتَّى دَخَلَ الْمَسْجِدَ، فَدَخَلْنَا فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ، حَتَّى انْجَلَتِ الشَّمْسُ فَقَالَ صلى الله عليه وسلم «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا، وَادْعُوا، حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ». (رواه البخاري:١٠٤٠)

Artinya: hadis dari Abū Bakrah, ia berkata: Kami berada di sisi Rasulullah SAW ketika terjadinya gerhana matahari. Beliau bangkit dan menarik selendangnya hingga beliau masuk ke masjid. Kami pun ikut masuk dan beliau shalat dua rakaat bersama kami sampai matahari terbit kembali. Kemudian beliau SAW bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang. Maka, jika kalian melihat keduanya, shalatlah dan berdoalah sampai apa yang kalian inginkan dikabulkan. (HR. al-Bukhari: 1040)

Hadis ini menggambarkan peristiwa ketika Rasulullah SAW melaksanakan shalat gerhana bersama para sahabat setelah terjadinya gerhana matahari. Beliau menegaskan bahwa gerhana tidak disebabkan oleh kematian seseorang, melainkan merupakan salah satu tanda kebesaran Allah. Rasulullah SAW juga mengajarkan umat Islam untuk melaksanakan shalat dan berdoa saat melihat fenomena tersebut, sebagai bentuk ibadah dan permohonan kepada Allah agar segala kesulitan diangkat