Hadis 1 Shalat Rawatib Qabliyah Zuhur


عَنْ عَنْبَسَةَ بْنِ أَبِى سُفْيَانَ قَالَ سَمِعْتُ أُخْتِى أُمَّ حَبِيبَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ «مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ» قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. وَالْقَاسِمُ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يُكْنَى أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَهُوَ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ مُعَاوِيَةَ وَهُوَ ثِقَةٌ شَأْمِىٌّ وَهُوَ صَاحِبُ أَبِى أُمَامَةَ. (رواه الترمذى:٤٣٠)

Artinya: hadis dari ‘Anbasah bin Abi Sufyan, ia berkata: aku mendengar saudariku Ummu Habibah (istri Nabi SAW), berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: barangsiapa menjaga empat rakaat sebelum Zuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah SWT mengharamkan dirinya dari api neraka. (HR. al-Tirmidzi: 430)

Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata: Ini adalah hadis shahih gharib dari jalur ini. Al-Qasim adalah putra Abdurrahman, kunyahnya adalah Abu Abdurrahman. Ia adalah mawla (bekas budak) Abdurrahman bin Khalid bin Yazid bin Muawiyah, ia seorang yang tsiqah (terpercaya) dan berasal dari Syam, serta merupakan sahabat Abu Umamah.

Hadis ini menjelaskan keutamaan besar shalat sunnah rawatib, khususnya empat rakaat sebelum dan sesudah Zuhur. Orang yang rutin melakukannya dijanjikan perlindungan dari api neraka. Ini menunjukkan bahwa menjaga shalat sunnah adalah bentuk kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan sebab keselamatan di akhirat.