Hadis 25 Shalat Isyraq


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ » قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

 (رواه الترمذى:٥٨٩)

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. قَالَ وَسَأَلْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَاعِيلَ عَنْ أَبِى ظِلاَلٍ فَقَالَ هُوَ مُقَارِبُ الْحَدِيثِ  قَالَ مُحَمَّدٌ وَاسْمُهُ هِلاَلٌ

Artinya: hadis dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk mengingat Allah hingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah. Rasulullah SAW mengulangnya tiga kali dengan mengatakan: Sempurna, sempurna, sempurna. (HR. al-Tirmidzi: 589)

Abu Isa berkata, Hadis ini adalah hadis yang hasan (baik) dan gharib (langka).Ia berkata, Saya bertanya kepada Muhammad bin Ismail tentang Abu Zilal, dan dia (Muhammad bin Ismail) mengatakan bahwa dia adalah orang yang mendekati (kesahihan) hadis tersebut. Muhammad (bin Ismail) mengatakan bahwa nama orang tersebut adalah Hilal.

Hadis ini mengajarkan tentang keutamaan shalat subuh berjamaah diikuti dengan dzikir hingga matahari terbit, dan kemudian melakukan dua rakaat. Pahala yang didapatkan setara dengan pahala haji dan umrah yang sempurna. Rasulullah SAW menegaskan betapa besar keutamaan ibadah ini dengan menyebutnya sempurna tiga kali, yang menunjukkan betapa mulianya amalan tersebut dalam Islam