عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْجُمُعَةِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ. (رواه البخاري:١١١٢)
Artinya: hadis dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA ia berkata: Aku pernah shalat bersama Rasulullah SAW dua rakaat sebelum zuhur, dua rakaat setelah zuhur, dua rakaat setelah Jum’at, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah ‘Isya. (HR. al-Bukhari:1112)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menjaga pelaksanaan shalat sunnah rawatib yang berkaitan dengan shalat fardhu, yaitu dua rakaat sebelum dan sesudah Dzuhur, dua rakaat setelah Jum’at, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah ‘Isya. Hal ini mengajarkan pentingnya menjaga shalat sunnah sebagai bentuk penyempurna kekurangan dalam shalat wajib serta sebagai amal yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.