Tata Cara Shalat Malam (2)


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ بِتُّ عِنْدَ خَالَتِى مَيْمُونَةَ فَقَامَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَأَخَذَ بِيَدِى فَأَقَامَنِى عَنْ يَمِينِهِ.

(رواه ابن ماجة: ١٠٢٦)

Artinya: dari Ibn Abbas, dia berkata: “Aku bermalam di rumah bibiku Maimunah, lalu Nabi SAW bangun untuk sholat malam. Aku berdiri di sisi kirinya, kemudian beliau mengambil tanganku dan menempatkanku di sebelah kanannya.

(HR Ibnu Majah: 1026)

 

Hadis ini menjelaskan bahwa adab dalam shalat berjamaah itu penting, khususnya jika hanya terdiri dari imam dan satu makmum. Dalam peristiwa ini, ketika Ibn Abbas berdiri di sebelah kiri Nabi SAW saat shalat malam, Nabi dengan lembut memindahkannya ke sebelah kanan, menunjukkan bahwa posisi makmum yang benar adalah di sebelah kanan imam.