حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( يَا عَبْدَ اللهِ لَا تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ ) وَقَالَ هِشَامٌ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الْعِشْرِينَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ عُمَرَ ابْنِ الْحَكَمِ بْنِ ثَوْبَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ مِثْلَهُ وَتَابَعَهُ عَمْرُو بْنُ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ (رواه البخاري: ١١٠١)
Artinya: Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash RA telah menceritakan kepadaku: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti si Fulan; dulunya ia bangun malam (untuk salat), lalu ia meninggalkan salat malam (Qiyamullail). Hisyam berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibn Abi at-Turayyan, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-Awza‘i, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Yahya, dari Umar bin Al-Hakam bin Tsuban, ia berkata: Abu Salamah menceritakan kepadaku seperti itu (dengan lafaz yang sama). Dan Amr bin Abi Salamah juga meriwayatkan dari Al-Awza‘i yang serupa.
(HR al-Bukhari no: 1101)
Hadis ini menjelaskan bahwa pentingnya menjaga konsistensi dalam ibadah, khususnya salat malam (qiyamullail). Rasulullah SAW mengingatkan agar kita tidak menjadi seperti seseorang yang awalnya rajin bangun untuk salat malam, tetapi kemudian meninggalkannya begitu saja. Pesan ini mengajarkan bahwa ibadah yang dimulai dengan semangat tinggi harus dipertahankan agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan, bukan dilakukan secara sporadis lalu diabaikan. Konsistensi dalam beribadah adalah kunci untuk mendapatkan keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.