Kedekatan Nabi SAW dengan Aisyah Saat Salat Malam


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ، وَأَنَا إِلَى جَنْبِهِ، وَأَنَا حَائِضٌ، وَعَلَيَّ مُرَطٌ، وَعَلَيْهِ بَعْضُهُ، إِلَى جَنْبِهِ

(رواه مسلم: ٥١٤)

Artinya: dari Aisyah RA, ia berkata: Nabi SAW biasa shalat malam sementara aku berada di sampingnya, dan aku sedang haid. Aku memakai kain penutup (mirṭ), dan sebagian dari kain itu berada di atas Nabi SAW di sampingku. (HR Muslim no: 514)

 

Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tetap melaksanakan shalat malam di dekat istrinya, Aisyah RA, meskipun ia dalam keadaan haid, menunjukkan betapa Islam memandang haid sebagai kondisi alami yang tidak menyebabkan seseorang menjadi najis secara mutlak atau harus dijauhi. Dalam riwayat ini, Aisyah RA menyebutkan bahwa ia berada di samping Nabi SAW dengan mengenakan kain penutup (mirṭ) yang sebagian kainnya juga menyelimuti Nabi SAW.