Kebersamaan Nabi SAW dan Aisyah saat Salat Malam


عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كُنْتُ أَكُونُ نَائِمَةً وَرِجْلاَىَ بَيْنَ يَدَىْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَسْجُدَ ضَرَبَ رِجْلَىَّ فَقَبَضْتُهُمَا فَسَجَدَ.

(رواه ابو داود: ٧١٣)

Artinya: dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ia berkata: Aku biasa tidur dalam keadaan kedua kakiku terbentang di hadapan Rasulullah (di arah tempat sujud Rasulullah) ketika ia sedang menunaikan salat malam. Maka jika ia ingin sujud, ia menyentuh (menepuk ringan) kedua kakiku, lalu aku pun menarik kakiku, dan ia pun sujud.

(HR Abu Daud no: 713)

 

 

Hadis ini menjelaskan bahwa kedekatan dan kesederhanaan dalam rumah tangga Rasulullah SAW sangat nyata, bahkan saat ia sedang menunaikan ibadah shalat malam. Aisyah RA menceritakan bahwa ia biasa tidur di hadapan Rasulullah SAW, tepat di arah tempat sujudnya, sehingga saat Rasulullah hendak sujud, ia dengan lembut menyentuh atau menepuk kakinya agar Aisyah menarik kakinya untuk memberi ruang.