عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً، مِنْهَا الْوِتْرُ وَرَكْعَتَا الْفَجْرِ
(رواه البخاري: ١٠٨٩)
Artinya: dari Aisyah RA, ia berkata: Nabi SAW biasa shalat malam sebanyak tiga belas rakaat, termasuk witir dan dua rakaat shalat sunnah fajar (sebelum Subuh).
(HR al-Bukhari no: 1089)
Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan pada malam hari dengan shalat sebanyak tiga belas rakaat, yang mencakup shalat witir dan dua rakaat sunnah fajar sebelum Subuh. Ini menunjukkan betapa besar perhatian Rasulullah SAW terhadap ibadah malam sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Shalat malam yang dilakukannya tidak hanya qiyamullail, tetapi juga diakhiri dengan witir sebagai penutup, lalu diikuti dengan shalat sunnah fajar yang ringan namun sangat dianjurkan.