عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي، فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ، فَقُمْتُ أُصَلِّي مَعَهُ، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَأَخَذَ بِرَأْسِي فَأَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ
(رواه البخاري: ٦٦٧)
Artinya: dari Ibn Abbas RA, ia berkata: Aku bermalam di rumah bibikku (yaitu Maimunah, istri Nabi), lalu Nabi SAW bangun untuk salat malam. Maka aku pun bangun dan salat bersamanya. Aku berdiri di sebelah kirinya, lalu beliau memegang kepalaku dan memindahkanku ke sebelah kanannya.
(HR al-Bukhari no: 667)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan adab shalat berjamaah, yaitu bahwa jika seorang makmum hanya satu orang, maka ia berdiri di sebelah kanan imam, bukan di sebelah kiri atau di belakang. Hadis ini juga memperlihatkan kelembutan Nabi Muhammad SAW dalam membimbing, di mana beliau dengan penuh kasih sayang memindahkan Ibnu Abbas tanpa berkata kasar atau memarahinya, dan menunjukkan pentingnya membiasakan anak-anak untuk terlibat dalam ibadah sejak dini, sekaligus memberikan contoh langsung bagaimana mendidik mereka dengan penuh hikmah.