حَدَّثَنِى أَبُو بَكْرٍ وَصَدَقَ أَبُو بَكْرٍ – رضى الله عنه – أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ.
(رواه ابو داود: ١٥٢٣)
Artinya: dari Abu Bakar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada seorang hamba yang berbuat dosa, kemudian ia menyempurnakan wudhunya, lalu ia berdiri untuk sholat dua rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuni dosanya. Kemudian beliau membaca ayat ini: Alladhīna idhā fa’alu fāḥishatan aw ẓalamū anfusahum dhakarū Allāh hingga akhir ayat.
(HR Abu Daud no: 1523)
Hadis ini menjelaskan bahwa siapa saja yang melakukan dosa kemudian segera bersegera untuk bertaubat dengan menyempurnakan wudhunya, mendirikan shalat dua rakaat, dan memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya. Hadis ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan ampunan Allah bagi hamba-Nya yang menyesali kesalahan dan berusaha memperbaikinya dengan amal kebaikan, seperti berwudhu, shalat, dan beristighfar.