Tata Cara Shalat Hajat


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى أَوْفَى قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِى آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ ثُمَّ لْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ لْيُثْنِ عَلَى اللَّهِ وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ لْيَقُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لاَ تَدَعْ لِى ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ حَاجَةً هِىَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَفِى إِسْنَادِهِ مَقَالٌ. فَائِدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يُضَعَّفُ فِى الْحَدِيثِ وَفَائِدٌ هُوَ أَبُو الْوَرْقَاءِ.

(رواه الترمذي: ٤٨١)

Artinya: dari Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang memiliki hajat kepada Allah atau kepada salah seorang dari anak cucu Adam, hendaklah ia berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian sholat dua rakaat, setelah itu memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi SAW kemudian ucapkanlah: ‘Laa ilaaha illallahu, al-Haleemu al-Kareemu, Subhaanal-lahi rabbil-‘Arshil-‘Azhim, Alhamdulillahi rabbil-‘Aalamiin, As’alu-ka mooji-baat rahmatika wa ‘azaayim maghfiratika wal-ghaniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli ithmin, laa tada’a lii dhamban illa ghafartahu wa laa hamman illa farragtahu wa laa haajatan hiya laka ridhon illa qadaytaha ya Arhamar-raahimiin.’ (Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah, Maha Suci Allah Tuhan pemilik Arsy yang Maha Agung, Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam, Aku memohon kepada-Mu yang dapat mendatangkan rahmat-Mu dan perwujudan ampunan-Mu, dan memperoleh kebaikan dari segala kebaikan dan keselamatan dari segala kejahatan. Jangan tinggalkan dosa yang tidak Engkau ampuni, atau kesedihan yang tidak Engkau hilangkan, atau hajat yang Engkau ridhoi selain Engkau kabulkan, ya Allah Yang Maha Pengasih). Abu Isa berkata: Ini adalah hadis hasan gharib, dan dalam sanadnya terdapat seorang yang diperselisihkan (Faid bin Abdul Rahman), yang dikeluarkan oleh Abu Warka’.

(HR at-Tirmidzi no: 481)

 

 

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya cara yang dianjurkan ketika memiliki kebutuhan atau hajat, baik yang berhubungan dengan Allah maupun sesama manusia. Caranya adalah dengan terlebih dahulu berwudhu dengan sempurna, lalu melaksanakan shalat dua rakaat, memuji Allah, bershalawat kepada Nabi SAW, dan kemudian berdoa dengan doa khusus yang penuh pengakuan atas kebesaran Allah serta permohonan akan rahmat, ampunan, kebaikan, dan penyelesaian segala kebutuhan. Hadis ini menunjukkan pentingnya bergantung kepada Allah dalam setiap urusan, memperlihatkan adab dan tata cara berdoa yang penuh ketundukan, serta mengajarkan bahwa ikhtiar spiritual, seperti shalat dan doa, merupakan sarana yang agung untuk meraih pertolongan dan ridho Allah.