عَنْ أَبِى لَيْلَى قَالَ صَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ تَطَوُّعًا فَمَرَّ بِآيَةِ عَذَابٍ فَقَالَ « أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ وَوَيْلٌ لأَهْلِ النَّارِ ».
(رواه ابن ماجة:١٤١٣)
Artinya: dari Abu Laila, ia berkata: Aku pernah shalat di samping Nabi SAW, saat ia shalat malam secara sukarela (tahajud). Ketika beliau melewati ayat tentang azab, beliau mengucapkan: Aku berlindung kepada Allah dari neraka, dan celakalah bagi penghuni neraka.
(HR Ibnu Majah no: 1413)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW, ketika melaksanakan shalat malam (tahajud), menunjukkan ketawadhuan dan kekhusyukan yang mendalam dalam beribadah. Saat beliau melewati ayat tentang azab dalam Al-Qur’an, beliau tidak hanya membacanya, tetapi juga mengungkapkan rasa takut dan harapan akan perlindungan dari Allah SWT dengan mengucapkan, “Aku berlindung kepada Allah dari neraka,” dan memperingatkan akan celakanya penghuni neraka.