عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ بِسَبْعٍ أَوْ كَمَا قَالَتْ وَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ وَرَكْعَتَىِ الْفَجْرِ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ.
(رواه ابو داود: ١٣٥٢)
Artinya: dari Aisyah RA : Bahwa Rasulullah biasa salat malam sebanyak tiga belas rakaat, ia melakukan witir dengan tujuh rakaat atau sebagaimana yang dikatakan (oleh Aisyah), dan ia salat dua rakaat dalam keadaan duduk, serta salat dua rakaat (sunnah) fajar antara azan dan iqamah.
(HR Abu Daud no: 1352)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW secara rutin melaksanakan shalat malam sebanyak tiga belas rakaat dengan susunan yang bervariasi. Dalam sebagian pelaksanaannya, ia berwitir dengan tujuh rakaat, sebagaimana dijelaskan oleh Aisyah RA, menunjukkan adanya fleksibilitas dalam jumlah rakaat witir. Selain itu, ia juga menunaikan dua rakaat shalat dalam keadaan duduk, dan dua rakaat shalat sunnah fajar antara azan dan iqamah sebelum Subuh.