Cara Rasulullah Memulai Shalat Malam


عَنْ عَاصِمِ بْنِ حُمَيْدٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ بِأَىِّ شَىْءٍ كَانَ يَفْتَتِحُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قِيَامَ اللَّيْلِ فَقَالَتْ لَقَدْ سَأَلْتَنِى عَنْ شَىْءٍ مَا سَأَلَنِى عَنْهُ أَحَدٌ قَبْلَكَ كَانَ إِذَا قَامَ كَبَّرَ عَشْرًا وَحَمِدَ اللَّهَ عَشْرًا وَسَبَّحَ عَشْرًا وَهَلَّلَ عَشْرًا وَاسْتَغْفَرَ عَشْرًا وَقَالَ « اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى وَعَافِنِى ». وَيَتَعَوَّذُ مِنْ ضِيقِ الْمَقَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَرَوَاهُ خَالِدُ بْنُ مَعْدَانَ عَنْ رَبِيعَةَ الْجُرَشِىِّ عَنْ عَائِشَةَ نَحْوَهُ.

(رواه ابو داود: ٧٦٦)

Artinya: dari Ashim bin Humaid, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah, Dengan apa Rasulullah SAW memulai salat malamnya? Aisyah menjawab, Sungguh, engkau telah menanyakan sesuatu yang belum pernah ditanyakan kepadaku oleh siapa pun sebelum engkau. Apabila ia bangun untuk salat malam, ia bertakbir sepuluh kali, memuji Allah sepuluh kali, bertasbih sepuluh kali, bertahlil sepuluh kali, dan memohon ampun sepuluh kali. Kemudian beliau berkata: (Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, rezeki, dan kesehatan). Dan ia berlindung dari kesempitan tempat berdiri pada hari kiamat. Abu Dawud berkata: Hadis ini juga diriwayatkan oleh Khalid bin Ma’dan dari Rabi‘ah al-Jurasyi dari ‘Aisyah dengan lafaz yang semakna.

(HR Abu Daud no: 766)

 

 

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memulai salat malam dengan dzikir dan doa sebagai bentuk persiapan ruhani sebelum beribadah. Ia bertakbir, bertahmid, bertasbih, bertahlil, dan beristighfar masing-masing sepuluh kali, lalu berdoa memohon ampun, petunjuk, rezeki, dan kesehatan, serta berlindung dari kesempitan di hari kiamat. Hal ini menunjukkan bahwa qiyamullail bukan sekadar ibadah fisik, tapi juga penguatan hubungan hati dengan Allah. Hadis ini mengajarkan pentingnya memulai ibadah dengan dzikir agar lebih khusyuk dan penuh makna.